Aku berjalan bersamamu, menyusuri gelapnya malam, hanya sang rembulan yang berkawankan bintang menerangi gelapnya malam.
Ku tak tau arah dan akhir dari jalan ini,
yang ada aku merasa aman dan yakin.
Dekap hangat, senyum manis, suara memanja itu yang kusuka.
Tak henti-hentinya diriku memandangmu,
engkau sayangku.
Berjalan dan terus berjalan,
ku terbangun,
kusadari ternyata ku hanya bersama bayang semu yang begitu kurindu untuk segera kembali.
Sedari tadi aku tertidur,
dalam hangat kasihmu dan kecup bibir manismu.
Dan akupun terbangun,
terbangun dan terdiam terpaku.
Membisu tak berkata pada apa yang kusaksikan, diperbuat mentari.
Aku memilih menyimpan dan terpejam kembali.
Tuesday, August 20, 2013
Tertidur dan Terbangun
Posted by Little Purple Monster at 11:11 AM 0 comments
Tuesday, May 21, 2013
Lukisan Malam
Ia belum tertidur, hari sudah terlalu larut, tapi tidak untuknya.
Ia duduk, menyilakan kaki dan memangku buku sketsa miliknya, di sekelilingnya penuh dengan drawing pen, spidol, dan pensil warna dengan kuas kecilnya.
Diam, tertutup, bibirnya.
Menari, gemulai, tangannya.
Menggoreskan tinta dengan pasti.
Garis lembut, kuat, tebal, tipis, semua tertuang dalam buku sketsa miliknya.
Perlahan garis itu menjadi sebuah bentuk wajah.
Cantik dan tampan.
Rupawan.
Terlihat mereka bersandar pada pohon yang sedang berguguran daunnya, di atas bukit yang hijau dekat dengan rumah.
Manis, wanita terlelap di pelukan pria yang membaca tentang kehidupan.
Belajar untuk semakin melindungi sang wanita.
Entah apa yang membuat dirinya menggoreskan tinta-tinta tersebut dan membentuknya menjadi sebuah mimpi dalam ceritera.
Mimpi manis seseorang bersama yang dikasihi.
Akankah ia juga atau akan memimpikannya?
Tak tahu. Yang jelas itu hanyalah ceritera mimpi tentang rindu, sekarang dan esok nanti, hingga tutup usia.
